024 - 888888 amasemarang@gmail.com

BERBICARA tentang produk, apa pun usaha yang saat ini ditekuni, pasti ada pesaing di dalamnya. You named it-lah. Semua usaha pasti mempunyai saingan, baik langsung (direct competitor untuk produk sejenis) maupun tidak langsung (indirect competitor). Persaingan mungkin tidak mudah untuk dihilangkan, namun menciptakan sesuatu yang baru yang menjadikan produk kita mampu bersaing adalah sesuatu yang ada dalam genggaman kita; dapat kita atur dan sesuaikan.

Ada sedikit pemikiran tentang nilai tambah (added value) yang dapat membantu usaha kita agar dapat bertahan di tengah medan perang produk yang makin beragam. Namun, sebelum dijabarkan lebih jauh perlu diinformasikan apa pun yang dijual atau ditawarkan, baik berupa barang maupun jasa.

Apa pun yang akhirnya menghasilkan uang bagi usaha itulah produk Termasuk apabila yang menghasilkan uang adalah diri sendiri. Jika profesi Anda pembicara, konsultan, atau dokter misalnya maka Anda adalah produk Anda.

Susah-susah gampang mengkreasi sebuah value atau nilai yang dapat diterima oleh konsumen dan calon konsumen. Semua itu harus kita lihat dari sisi konsumen.

Mengapa harus melihat dari sisi konsumen? Karena apa pun produk yang dijual, konsumenlah yang akan membeli. Karena ilulah, fokus pada sesuatu yang penting bagi yang akan membeli produk tentu saja penting. Berikan nilai tambah, yang penting bagi konsumen, meskipun menurut Anda yang Anda lakukan itu tidaklah begitu penting.

Calon Konsumen

Berikut sebuah contoh kasus tentang nilai tambah, yakni pemberian nilai tambah pada produk sepatu wanita. Banyak sepatu wanita di luar sana mulai dari jenis, warna, bentuk hingga kualitas. Menentukan nilai tambah dimulai dengan melihat demografi konsumen atau calon konsumen.

Katakanlah sepatu itu produk premium bertarget market wanita karier, sibuk berjadwal padat jadi aksesoris dan sentuhan gaya hidup, sehingga personal touch dengan pelayanan premium yang berbeda dapat ditawarkan kepada konsumen. Misalnya kita bisa memberikan layanan personal dalam fitting dan delivery.

Pernahkah Anda melihat mau memheli sepatu, namun tukang sepatunya yang datang ke rumah atau kantor? Etalase produk dengan berbagai jenis sepatu dan ukuran dibawa oleh mereka. Anda diperlakukan seperti Cinderella; sepatu dipakaikan oleh si tukang sepatu, dan Anda hanya duduk manis serta merasa bangga diperlakukan demikian.

Itu tindakan sederhana, tetapi mampu memberikan nilai tambah yang berbeda dan perasaan yang berbeda bagi konsumen.

Target market berbeda, personal touch yang diberikan pun berbeda. Contohnya kalau produk itu adalah sepatu untuk usia remaja, kualitas bahan seadanya, modelnya tidak jauh beda, pengerjaan dilakukan pabrik secara massal; namun karena ada nilai tambah berupa packaging bagus, hasilnya akan berbeda.

Apa yang Anda rasakan apabila Anda menerima kotak sepatu yang tidak berbentuk kotak? Sepatu dengan model biasa saja namun diberi ucapan manis dan motivasi di balik solnya akan menjadikan produk itu istimewa

Sebuah sepatu yang apabila Anda kenakan menjadi pembicaraan dan mencuri perhatian teman Anda karena bentuknya yang tidak biasa juga akan jadi produk luar biasa. Jadi apa pun yang membuat pelanggan merasa ada sesuatu yang berbeda ketika berhubungan dengan produk anda itulah nilai tamhah.

Mulailah menciptakan Customer Experience yang menakjubkan. Apa ide Anda untuk produk Anda?(29)
Putranti Laksitareni
putranti.Iaksitareni@wicaksanaindonesia.com
Anggota AMA Semarang

 

Sumber : Suara Merdeka cetak Rabu,14 Desember 2016