024 - 888888 amasemarang@gmail.com

Seorang direktur sebuah perusahaan merasa kebakaran jenggot ketika menemukan sebuah akun medsos dari salah seorang staf di perusahaannya. Akun tersebut banyak berisi tulisan-tulisan yang menyindir kebijakan-kebijakan perusahaan yang ditetapkan oleh sang direktur.
Kejadian seperti ini bukan lagi menjadi sesuatu yang aneh di era digital yang serba terbuka. Jangankan seorang direktur perusahaan, mulai dari kepala daerah hingga presiden pun tak luput dari bidikan untuk ditulis di media sosial. Hal-hal baik akan cepat menyebar, sesuatu yang buruk bahkan lebih cepat menjadi viral yang tak terbendung.

Berbeda dengan era sebelum ditemukannya internet. Segala sesuatu bisa ditutupi, bahkan dibungkam. Orang hanya melihat kesan dari luar. Namun internet dan perkembangan teknologi perangkat keras telah mengubah segalanya. Seorang pemimpin bagaikan seekor ikan di dalam aquarium. Harus siap untuk ditonton, diamati, dan dinikmati dari segala arah. Di satu sisi, internet dan media sosial bisa membantu seorang pemimpin untuk membangun citra positif, namun di sisi lain harus siap untuk dikuliti dan ditelanjangi jika terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan hati.

Bagi seorang pemimpin, internet dan media sosial bisa menjadi pedang bermata dua. Banyak pemimpin bisnis dan negarawan yang sukses memanfaatkan kekuatan jejaring media sosial, entah untuk membangun citra dirinya atau menghimpun dukungan publik. Namun tak jarang kita melihat kepemimpinan seseorang bisa berakhir dengan tragis karena kejamnya media sosial, yang mampu menelanjangi kehidupan seseorang tanpa ampun.

Namun demikian, kita tak perlu gemetar ketakutan menghadapi fenomena kehidupan post-modernisme yang sudah menjangkiti masyarakat kita.

Sepanjang karir saya, baik saat bekerja sebagai direktur sekolah, maupun saat membangun bisnis sendiri, juga mengalami beberapa ujian kesabaran dalam menanggapi kicauan staf saya sendiri maupun orang-orang yang berseberangan pendapat dengan saya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan seorang pemimpin di era digital :

Terbukalah. Siaplah untuk telanjang atau ditelanjangi. Semakin tinggi jenjang kepemimpinan, Anda harus semakin terbuka. Bersikaplah terbuka terhadap kritik dan masukan yang diberikan oleh siapapun, baik secara lisan atau tertulis.

Bersabarlah. Perlambat kecepatan mulut untuk menanggapi atau jari jempol untuk membalas pesan dan mengunggah sebuah tulisan. Berpikirlah sebelum berbicara atau mengetik pesan di media sosial. Jika Anda ragu, lebih baik urungkan niat, tundalah keinginan untuk menjawab, dan pikirkan lebih matang dalam mengambil sikap. Sekali buah pikiran Anda terucap atau tertulis, maka sulit untuk ditarik kembali.

Berusahalah untuk duduk sejajar dengan staf dan bawahan, sekalipun Anda memiliki jabatan lebih tinggi. Kesejajaran dan hubungan yang horizontal lebih tepat digunakan di era teknologi komunikasi, dibanding dengan pendekatan vertikal. Dengarkan lebih banyak, dan berusahalah untuk memahami sebelum dipahami oleh orang-orang Anda.

Keterbukaan, kesabaran, dan kesejajaran akan membantu Anda meraih jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi.

#harryxiao #greatliferesources #leadership